Posyandulansia beranggotakan 120 orang. Posyandu lansia dilaksanakan satu bulan sekali dengan didampingi dua orang kader dari Puskesmas Rajabasa. 2.7 Kerangka Teori dan Konsep 2.7.1 Kerangka Teori Lansia atau lanjut usia menurut UU No.13 1998 adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Kedua berkurangnya umur juga bermakna berkurangnya umur dari yang telah ditentukan Allah, sebagaimana umur juga bisa bertambah dari umur yang telah ditentukan, pendapati ini berdasarkan tekstual hadits di atas. Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia ini menjadikanku lebih bisa memaknai hidup, umur panjang yang dihabiskan untuk kebaikan Usia30 tahunan Kadar Testosteron terus menurun hingga usia 30-an. Pada laki-laki, beberapa penelitian menunjukkan penurunan dapat mempercepat hingga sekitar 1% per tahun sampai sekitar usia 40. Penurunan libido mungkin menjadi lebih nyata Bagi banyak wanita, inilah saat puncak gairah seks. Fantasi seksual dapat meningkat. Vay Tiแปn Nhanh Ggads. Kutipan Kalimat Ucapan Caption Mutiara Bijak Motivasi Quotes Kata Kata Usia Semakin bertambahnya usia itu pertanda bahwa kita semakin tua. Proses kehidupan yang tak bisa kita hindari adalah menjadi tua. Karena tua adalah suatu kepastian yang cepat atau lambat akan kita dapatkan seiring dengan usia yang bertambah. Banyak yang menghindari menjadi tua, karena tua itu merupakan fase hidup yang paling membosankan. Diusia yang tidak muda lagi, kita dituntut untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Mungkin kita tidak menyadari, bahwa terkadang usia bukanlah jaminan seseorang menjadi dewasa. Coba lihat diluar sana banyak sekali orang yang sudah berumur namun tingkahnya masih saja kekanak-kanakan, misalnya sulit menerima kenyataan, tidak konsisten, tidak ada tujuan hidup, dan sebagainya. Mungkin memang benar pepatah mengatakan usia itu hanyalah sebuah angka-angka.โ€™ Yang bukan menjadi tolak ukur utama dari pola pikir manusia. Dibanyak momen, usia hanyalah sebuah tanda dari muda atau tua. Umur yang menyatakan sudah berapa lama kita tinggal di dunia. Dalam sisi agama, usia itu sebuah misteri, artinya tidak ada yang tahu berapa pastinya jatah usia kita hidup di dunia ini. Ada yang usianya mencapai hingga ratusan tahun, tapi tidak sedikit juga yang bahkan menjemput ajal di usia muda. Yang terpenting bagi kita adalah untuk melakukan yang terbaik setiap harinya, dengan hal-hal positif seperti beribadah, berbuat baik, jujur, dan sebagainya. Dan yang pastinya semakin bertambah usia, kita harus semakin dewasa. Kata Kata Tentang Usia Waktu pasti berlalu, orang bisa berubah. Usia pasti menua, namun tidak semua orang menjadi dewasa. Dewasa tak bisa diukur dari usia. Karena dewasa adalah saat dimana kamu bisa mengendalikan emosi dan hawa nafsu. Usia akan selalu berkurang, tapi setidaknya, di usia yang pendek tersebut, manusia harus bisa bersinar seterang mungkin bahkan di kegelapan. Bertambah usia bukan berarti menjadi dewasa, bertambah usia bukan berarti paham segalanya. Semakin bertambah usia. Level galaunya semakin berbeda. Cinta memang tidak mengenal usia, tapi kadang cinta membutakan usia. Apapun cita-citanya, saya percaya bahwa usia bukanlah menjadi halangan utama. Teruslah belajar tanpa kenal lelah dan usia. Seiring bertambahnya usia kita, bertambah juga usia orang tua kita. Kita dewasa bukan karena usia tapi karena cerita dan pengalaman hidup. Usia kenangan kadang hanya sebatas lamanya hujan yang turun waktu cerah. Usia bukanlah suatu penghalang untuk melakukan sesuatu bagi mereka yang selalu berjiwa muda. Beberapa hal terasa sia-sia. Semakin panjang usia di bumi, semakin hampa dan sepi. Semakin bertambah usia, semakin sadar bahwa waktu bersama keluarga memang harus disediakan. Usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, namun kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan cara dia dalam mengambil keputusan. Kelak, kau dan aku akan menua. Kita lihat apakah cinta akan tetap ikut bersama kita, atau malah gugur termakan usia. Jangan pernah membuat usia jadi penghambat kesuksesan kita. Kalau bisa sukses di usia muda kenapa harus menunggu di usia tua? Baca Juga 50 Kata Kata Menjadi Tua Itu Pasti Apa yang nampak mempesona hanyalah sebatas rupa yang akan sirna seiring pertambahan usia. Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang diperoleh pada usia muda. Perubahan adalah sebuah kepastian, karena setiap hari usia merubah manusia, dari pikiran, perasaan, alam dan lingkungan sekitar. Yang kita perlukan bukan kedewasaan usia, tapi kedewasaan sikap dan mental. Karena setiap orang mempunyai jatah untuk gagal, habiskan jatah gagalmu diusia muda. Manusia dituakan oleh usia, dan didewasakan oleh keadaan. Usia hanyalah sebuah angka-angka, kedewasaan itu lebih kepada cara berpikir dan bertindak. Usia hanyalah sebuah pemikiran belaka. Jika kau tidak mempedulikannya, maka usia bukanlah hal yang penting. Seiring bertambahnya usia, saya semakin merasa nyaman dengan kesendirian. Kedewasaan bukanlah peran usia, tapi peran pengendalian diri. Karena kebanggaan tetaplah kebanggaan, dan kebanggaan tak akan tergerus waktu dan usia. Usia itu bukanlah dihitung dari awal kita dilahirkan. Usia itu dihitung dari awal kita mengenali Tuhan. Hidup bukan panjang pendeknya usia tapi seberapa besar kita bermanfaat untuk banyak orang. Terkadang usia tidak bisa menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Jadikan setiap detik adalah detik terakhir kita di dunia karena belum tentu detik berikutnya masih ada usia. Bukan tentang usia tapi tentang bagaimana menggunakan hati dan logika. Usia terlalu singkat untuk dilakukan tanpa melakukan perubahan. Doa bisa mengubah nasib kita, dan kebaikan dapat memperpanjang usia kita. Kedewasaan bukan dilihat dari usia, tapi dilihat dari sikap, tindakan dan tingkah laku. Usia bukanlah angka, usia adalah sebuah tanda perjuangan hidup. Bertambah usia tidak berarti bertambah dewasa. Jika kamu tidak pernah belajar dari kesalahan yang ada, kamu hanya bertambah tua. Tua itu tentang usia, dewasa itu tentang karakter. Semua orang pasti akan tua, tetapi tidak semua orang memiliki karakter. Jangan takut jika usiamu tua, tapi takutlah jika masa mudamu tidak berguna. Sesungguhnya usia itu pendek walaupun dianggap panjang, dan kekosongan tidak berarti walaupun terasa sempurna. Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah semakin berkurangnya umur. Kenapa sebagian orang lebih girang menyambut awal tahun? Padahal ulama dahulu begitu sedih jika makin hari terus dilewati, di mana ajal semakin dekat. Bahkan mereka โ€“para salafโ€“ sampai bersedih jika waktunya berlalu tanpa amal sholih. Yang mereka terus pikirkan adalah ajal yang semakin dekat, namun amal sholih yang masih kurang. Tanda Kebaikan Islam Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat Menunggu satu waktu saja tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Karena ingatlah saudaraku bahwa waktu itu amat berharga bagi seorang muslim. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู โ€œDi antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaatโ€ HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim. Demikian perkataan Ibnu Rajab Al Hambali yang kami olah secara bebas Lihat Jaamiโ€™ul Ulum wal Hikam, 1 289. Jika kita menyia-nyiakan waktu, itu tanda Allah melupakan kita. Arif Al Yamani berkata, ุฅู† ู…ู† ุฅุนุฑุงุถ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงู„ุนุจุฏ ุฃู† ูŠุดุบู„ู‡ ุจู…ุง ู„ุง ูŠู†ูุนู‡ โ€œDi antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.โ€ Hilyatul Awliyaโ€™, 10 134. Waktu itu Begitu Berharga, Wahai Saudaraku Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. ุงู„ูˆู‚ุช ุฃู†ูุงุณ ู„ุง ุชุนูˆุฏ โ€œWaktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.โ€ Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, โ€œWaktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.โ€ Lihat risalah โ€œAl Waqtu Anfas Laa Taโ€™udโ€, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, ู„ุงูŽ ุชูŽุฒููˆู„ู ู‚ูŽุฏูŽู…ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูู…ู’ุฑูู‡ู ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽูู’ู†ูŽุงู‡ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ูููŠู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจูŽู‡ู ูˆูŽูููŠู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽู‡ู ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฌูุณู’ู…ูู‡ู ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽุจู’ู„ุงูŽู‡ู โ€œKedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.โ€ HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Menyia-nyiakan waktu hanya untuk menunggu-nunggu pergantian waktu, itu sebenarnya lebih parah dari kematian. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawa-id berkata, ุงูุถูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงูŽุดูŽุฏูู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ูˆู’ุชู ู„ูุงูŽู†ูŽู‘ ุงูุถูŽุงุนูŽุฉูŽ ุงู„ูˆูŽู‚ู’ุชู ุชูŽู‚ู’ุทูŽุนููƒูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู…ูˆู’ุชู ูŠูŽู‚ู’ุทูŽุนููƒูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง โ€œMenyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari mengingat Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.โ€ Imam Syafiโ€™i pernah mendapat nasehat dari seorang sufi, ุงู„ูˆู‚ุช ูƒุงู„ุณูŠู ูุฅู† ู‚ุทุนุชู‡ ูˆุฅู„ุง ู‚ุทุนูƒุŒ ูˆู†ูุณูƒ ุฅู† ู„ู… ุชุดุบู„ู‡ุง ุจุงู„ุญู‚ ูˆุฅู„ุง ุดุบู„ุชูƒ ุจุงู„ุจุงุทู„ โ€œWaktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.โ€ Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim, 3 129. Mereka Selalu Menyesal Jika Waktu Berlalu Sia-Sia, Sedangkan Kita? Basyr bin Al Harits berkata, ู…ุฑุฑุช ุจุฑุฌู„ ู…ู† ุงู„ุนูุจูŽู‘ุงุฏ ุจุงู„ุจุตุฑุฉ ูˆู‡ูˆ ูŠุจูƒูŠ ูู‚ู„ุช ู…ุง ูŠูุจูƒูŠูƒ ูู‚ุงู„ ุฃุจูƒูŠ ุนู„ู‰ ู…ุง ูุฑุทุช ู…ู† ุนู…ุฑูŠ ูˆุนู„ู‰ ูŠูˆู…ู ู…ุถู‰ ู…ู† ุฃุฌู„ูŠ ู„ู… ูŠุชุจูŠู† ููŠู‡ ุนู…ู„ูŠ โ€œAku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, โ€œApa yang menyebabkanmu menangis?โ€ Ia menjawab, โ€œAku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku.โ€ Mujalasah wa Jawahir Al Ilm, 1 46, Asy Syamilah. Jangan Jadi Orang yang Menyesal Kelak Sebagian orang kegirangan jikalau ia diberi waktu yang panjang di dunia. Bahkan inilah harapan ketika nyawanya telah dicabut, ia ingin kembali di dunia untuk dipanjangkan umurnya supaya bisa beramal sholih. Orang-orang seperti inilah yang menyesal di akhirat kelak, semoga kita tidak termasuk orang-orang semacam itu. Allah Taโ€™ala berfirman, ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุงุฑู’ุฌูุนููˆู†ู ู„ูŽุนูŽู„ูู‘ูŠ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ูููŠู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ูƒูŽู„ุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŒ ู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑู’ุฒูŽุฎูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ โ€œHingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata โ€œYa Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkanโ€ QS. Al Muโ€™minun 99-100. Ketika orang kafir masuk ke neraka, mereka berharap keluar dan kembali ke dunia dan dipanjangkan umur supaya mereka bisa beramal. Allah Taโ€™ala berfirman, ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุตู’ุทูŽุฑูุฎููˆู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽุง ู†ูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุฃูŽูˆูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูุนูŽู…ูู‘ุฑู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑู ูููŠู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑูŽ ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุฐููŠุฑู ููŽุฐููˆู‚ููˆุง ููŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุตููŠุฑู โ€œDan mereka berteriak di dalam neraka itu โ€œYa Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakanโ€. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah azab Kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.โ€ QS. Fathir 37. Dalam ayat lainnya disebutkan pula, ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุชูŽุฑูŽู‰ ุฅูุฐู ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููˆู†ูŽ ู†ูŽุงูƒูุณููˆ ุฑูุกููˆุณูู‡ูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุฃูŽุจู’ุตูŽุฑู’ู†ูŽุง ูˆูŽุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ููŽุงุฑู’ุฌูุนู’ู†ูŽุง ู†ูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุฅูู†ูŽู‘ุง ู…ููˆู‚ูู†ููˆู†ูŽ โ€œDan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata โ€œYa Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.โ€โ€ QS. As Sajdah 12. ูˆูŽุชูŽุฑูŽู‰ ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฑูŽุฃูŽูˆูุง ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู‡ูŽู„ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุฑูŽุฏูู‘ ู…ูู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ู โ€œDan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata โ€œAdakah kiranya jalan untuk kembali ke dunia?โ€โ€ QS. Asy Syura 44. ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุชูŽู‘ู†ูŽุง ุงุซู’ู†ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ุงุซู’ู†ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ููŽุงุนู’ุชูŽุฑูŽูู’ู†ูŽุง ุจูุฐูู†ููˆุจูู†ูŽุง ููŽู‡ูŽู„ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฎูุฑููˆุฌู ู…ูู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ู ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฏูุนููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ูƒูŽููŽุฑู’ุชูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูŠูุดู’ุฑูŽูƒู’ ุจูู‡ู ุชูุคู’ู…ูู†ููˆุง ููŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู โ€œMereka menjawab โ€œYa Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan bagi kami untuk keluar dari neraka?โ€ Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan sekarang ini adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.โ€ QS. Ghafir 11-12. Qotadah mengatakan, โ€œBeramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia.โ€ Lihat Tafsir Al Qurโ€™an Al Azhim, 6 553, pada tafsir surat Fathir ayat 37 Renungkan Umurmu yang Berkurang Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah umur yang semakin berkurang. Mengapa kita selalu berpikir bahwa umur kita bertambah, namun tidak memikirkan ajar semakin dekat? Benar kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabiโ€™in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. Hasan Al Bashri mengatakan, ุงุจู† ุขุฏู… ุฅู†ู…ุง ุฃู†ุช ุฃูŠุงู… ูƒู„ู…ุง ุฐู‡ุจ ูŠูˆู… ุฐู‡ุจ ุจุนุถูƒ โ€œWahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.โ€ Hilyatul Awliyaโ€™, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, ู„ู… ูŠุฒู„ ุงู„ู„ูŠู„ู ูˆุงู„ู†ู‡ุงุฑ ุณุฑูŠุนูŠู† ููŠ ู†ู‚ุต ุงู„ุฃุนู…ุงุฑ ุŒ ูˆุชู‚ุฑูŠุจู ุงู„ุขุฌุงู„ โ€œMalam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.โ€ Jaamiโ€™ul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, โ€œBerapa umurmu sampai saat ini?โ€ โ€œEnam puluh tahunโ€, jawabnya. Fudhail berkata, โ€œItu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.โ€ Pria itu berkata, โ€œInna lillah wa inna ilaihi roojiโ€™un.โ€ โ€œApa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?โ€, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, โ€œMaksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.โ€ Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaamiโ€™ul Ulum wal Hikam, 2 383. Jadi sungguh keliru, jika sebagian kita malah merayakan ulang tahun karena kita merasa telah bertambahnya umur. Seharusnya yang kita rasakan adalah umur kita semakin berkurang, lalu kita renungkan bagaimanakah amal kita selama hidup ini? Bukankah yang Islam ajarkan, kita jangan hanya menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat. Ibnu Umar pernah berkata, ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ู’ุณูŽูŠู’ุชูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุจูŽุงุญูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตู’ุจูŽุญู’ุชูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุชูŽุธูุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุกูŽ ุŒ ูˆูŽุฎูุฐู’ ู…ูู†ู’ ุตูุญูŽู‘ุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽุฑูŽุถููƒูŽ ุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชููƒูŽ ู„ูู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ โ€œJika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan isilah masa hidupmu sebelum datang matimu.โ€ HR. Bukhari no. 6416. Hadits ini mengajarkan untuk tidak panjang angan-angan, bahwa hidup kita tidak lama. Aun bin Abdullah berkata, โ€œSikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.โ€ Aun juga berkata, ุฅู†ูŽู‘ ู…ู† ุฃู†ูุน ุฃูŠุงู… ุงู„ู…ุคู…ู† ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ู…ุง ุธู† ุฃู†ูŽู‘ู‡ ู„ุง ูŠุฏุฑูƒ ุขุฎุฑู‡ โ€œSesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.โ€ Lihat Jaamiโ€™ul Ulum wal Hikam, 2 385. Setelah kita merenungkan berbagai nasehat di atas, moga yang berhati lembut bisa sadar bahwa waktu itu begitu berharga walau 1 detik saja. Namun coba lihatlah perayaan tahun baru yang dirayakan kaum muslimin saat ini, sungguh menyia-nyiakan waktu dan umurnya sendiri. Kadang yang wajib seperti shalat ditinggalkan hanya karena bela-belain menunggu pergantian tahun. Kadang pula di awal tahun malah diisi dengan maksiat dan penghamburan harta. Seharusnya yang dipikirkan adalah bukannya datangnya pergantian tahun atau bertambahnya umur. Yang mesti dipikirkan adalah umur kita senyatanya semakin berkurang, sehingga seharusnya amal sholih yang harus kita tingkatkan. Inilah yang lebih urgent. Kalau kita yakin umur kita berkurang, waktu ajal kita semakin dekat, lantas apa gunanya merayakan [?] Intinya, perayaan tahun baru punya berbagai sisi kerusakan di antaranya 1- Merayakan perayaan non-muslim karena perayaan ini tidak pernah ada dalam Islam. 2- Mengikuti budaya orang kafir. 3- Berbagai maksiat dan bidโ€™ah yang muncul saat perayaan tahun baru. 4- Meremehkan shalat lima waktu karena sibuk begadang. 5- Begadang untuk menunggu pergantian tahun pun sia-sia. 6- Seringnya mengganggu kaum muslim dengan petasan dan semacamnya. 7- Meniru perbuatan setan dengan bersikap boros. Mengenai kerusakan dalam perayaan tahun baru di atas telah diuraikan di artikel 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru. Semoga menjadi nasehat berharga bagi kita semua. Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Maktabah Al Amir Salman, KSU, Riyadh-KSA, 17 Shafar 1434 H Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tahun baru, tahun 2011 sudah kita masuki. Bagi yang lahir di Bulan Januari mungkin ada yang sudah berulang tahun, bertambah usia. Seorang manusia setiap tahun akan bertambah usia, padahal menurut saya , usia kita sebenarnya makin sudah kita ketahui bahwa Kelahiran, jodoh, kematian manusia adalah sudah ditakdirkan/ digariskan oleh-Nya. Misalnya seseorang ditakdirkan hanya berusia75 tahun, sekarang dia berusia50 tahun makan umurnya di dunia fana ini hanya tinggal 25 tahun. Maka sebenarnya jika seseorang berulang tahun, seseorang itu berkurang usianya. Jadi moment ulang tahun tsb bukanlah hal yang perlu dirayakan dengan suka cita, hura-hura, bermewah-mewah. Memang ulang tahun perlu disyukuri bahwa kita masih diberi โ€œwaktuโ€ untuk Tuhan menikmati / menjalani kehidupan ini. Raya syukur itu cukup dirayakan bersama keluarga, teman, relasi secara sederhana saja. Moment ulang tahun seharusnya dijadikan moment instrospeksi diri apakah diri kita makin tahun makin bertambah baik perilaku dan kehidupan ulang tahun saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri apakah saya sudah bertambah baik, bijaksana? Jika masih belum saya berjanji kepada diri saya sendiri ditahun yang akan saya jalani , saya akan bertambah bijaksana dan bertambah baik dalam perilaku dan kehidupan saya. Karena waktu tidak bisa menunggu kita, waktu akan selalu mengejar kita, menggerogoti/ mengurangi usia kita. Waktu tak pernah kembali, maka tak salh adalah istilah waktu adalah harta yang berharga, waktu adalah uang, waktu tidak bisa dibeli dengan harta apapun. Kita berulang tahun sebenarnya berarti kita makin menyusut, masa manfaat kita makin berkurang. Makin tua kita semakin banyak keluhan ditubuh kita, dimana sewaktu muda tidak kita rasakan. Berbagai penyakit kadang menjangkiti diri kita. Usia tidak bisa ditipu. Maka isilah waktu dengan sebaik-baiknya, yang bermanfaat dan yang dapat membuat diri kita bertambah baik. Hargai waktu seperti kita menghargai diri kita sendiri. Lihat Filsafat Selengkapnya

bertambahnya umur berkurangnya usia